Saturday, 14 June 2014

CRM pada Bank BCA - 31851

Saya adalah salah satu nasabah di Bank BCA. Pengalaman saya terhadapa CRM di bank BCA sangat baik. Beberapa bulan yg lalu kartu ATM yang saya miliki hilang. Kemudian saya dengan segera melangkah ke Bank BCA dan melaporkan tentang kehilangan yang saya alami. Tentu saja saya memperoleh pelayanan dengan sangat baik di sana. Hal ini membuat saya merasa sangat puas dengan pelayanan para Customer Service nya. Mungkin ada banyak pelayanan di Bank BCA yang mengandalkan peran CRM di dalamnya. Beberapa diantaranya antara lain, pusat panggilan (call center), tenaga penjualan (sales force), pemasaran, dukungan teknis (technical support) dan layanan lapangan (fieldservice). Dengan Formulasi CRM: Ketepatan Layanan + Teknologi + Kemudahan = Kepuasan Customer
Kebanyakan bank-bank di Indonesia sudah menerapkan CRM dalam proses bisnisnya. Bank BCA sebagai salah satu perusahaan yang menggunakan CRM dalam “memelihara” pelanggannya. Layanan yang bersifat customer-facing merupakan layanan yang sifatnya langsung pada pelanggan. Penerapannya bisa dilihat di bagian frontoffice sebuah bank. Sebagai contoh, pegawai di bagian customer service akan membantu nasabah melakukan transaksi pembukaan rekening, pengaduan, atau permintaan informasi mengenai produk-produk perbankan.
Layanan yang bersifat customer-touching bisa diterapkan melalui pembuatan media yang bisa digunakan oleh nasabah untuk berinteraksi dengan bank. Contohnya ATM (Automatic Teller Machine), layanan Mobile Banking, dan Internet Banking. Dari mesin ATM, nasabah sudah bisa melakukan hampir semua transaksi perbankan mulai dari pengecekan saldo, transfer antar-rekening, pembayaran listrik dan telepon, dan penarikan uang. 

About BCA:
- Marketing yang dilakukan BCA dalam bentuk:
- Advertisi baik di media cetak (salah satunya koran Kompas) maupun media elektronik (melalui TV).
- Selain iklan juga ditayangkan acara yang akan menjelaskan produk ataupun kegiatan BCA seperti program - Gebyar BCA dan Welcome to BCA.
- Memberitakan artikel edukasi di berbagai jurnal terkemuka.
- Publikasi produk baru diterbitkan terlebih dahulu dalam internal BCA.
- Mengadakan acara pagelaran musik.
- Konferensi pers untuk produk baru yang diluncurkan.




Monday, 26 May 2014

E-procurement itu apa sih?

Menurut dari beberapa presentasi yang lalu, e-procurement memiliki banyak definisi antara lain :
1. E-procurement adalah manajemen dan integrasi elektronik dalam aktivitas pengadaan yang meliputi permintaan pembelian, pengesahan, pemesanan, pengiriman, dan pembayaran antara pembeli (perusahaan) dan penjual (pemasok).
2. E-procurement merupakan pembelian antar bisnis dan penjualan barang dan jasa melalui internet.
3. E-procurement merupakan bagian dari e-business dan digunakan untuk mendesain  proses pengadaan berbasis internet yang dioptimalkan dalam sebuah perusahaan.

Memang tampaknya rumit tapi setelah dipahami lebih lanjut sebenarnya e-procurement adalah proses pengadaan barang dari pemasok ke perusahaan melalui media elektronik. Pengadaan barang ini merupakan langkah agar barang bisa sampai ke perusahaan dengan meminimalisasi biaya pengadaan yang selama ini biasanya dilakukan oleh SDM. Karena adanya perkembangan teknologi yang lebih maju akhirnya pemasok bisa memilih apakah akan tetap menggunakan 2 sistem yaitu manual dan elektronik atau hanya menggunakan 1 sistem elektronik. Penggunaan media elektronik juga memiliki banyak kelemahan seperti diantaranya kurangnya pengetahuan SDM mengenai teknologi yang digunakan, kurangnya informasi yang disajikan dalam pengenalan e-procurement, biaya pengadaan media elektronik akan semakin tinggi, dan peningkatan biaya pelatihan SDM.

Monday, 10 March 2014



SISTEM INFORMASI AKUNTANSI
Sistem Informasi Akuntansi adalah sebuah sistem yang memproses data dan transaksi guna menghasilkan informasi yang bermafaat untuk merencanakan, mengendalikan, dan mengoperasikan bisnis.
Sistem Informasi Akuntansi (SIA) adalah sebuah sistem informasi yang menangani segala sesuatu yang berkenaan dengan AkuntansiAkuntansi sendiri sebenarnya adalah sebuah sistem informasi. Fungsi penting yang dibentuk SIA pada sebuah organisasi antara lain :
·         Mengumpulkan dan menyimpan data tentang aktivitas dan transaksi.
·         Memproses data menjadi informasi yang dapat digunakan dalam proses pengambilan keputusan.
·         Melakukan kontrol secara tepat terhadap aset organisasi.
Tujuan sistem informasi akuntansi adalah untuk menyajikan informasi akuntansi kepada berbagai pihak yang membutuhkan informasi tersebut, baik pihak internal maupun pihak eksternal. Tujuan SIA antara lain:
1- Untuk mendukung fungsi kepengurusan (stewardship) manajemen suatu organisasi/ perusahaan, karena manajemen bertanggungjawab untuk menginfomasikan pengaturan dan penggunaan sumber daya organisasi dalam rangka pencapaian tujuan organisasi tersebut.
2-   Untuk mendukung pengambilan keputusan manajemen, karena sistem informasi memberikan informasi yang diperlukan oleh pihak manajemen untuk melakukan tanggung jawab pengambilan keputusan.
3- Untuk mendukung kegiatan operasi perusahaan hari demi hari. Sistem informasi membantu personil operasional untuk bekerja lebih efektif dan efisien.

Sistem informasi akuntansi juga mengalami perkembangan-perkembangan, mulai dari konsep double entry book keeping system yang diperkenalkan oleh Lucas Paciolo pada abad ke-17, sampai saat ini sebagai sistem berbasis komputer, bahkan kini menjadi bagian integral dari keseluruan sistem terpadu yang disebut enterprise information system. Faktor-faktor yang mendorong perkembangan sistem informasi akuntansi sampai dalam bentuknya sekarang ini antara lain adalah sebagai berikut:
·         Perkembangan sistem pengolahan data dan peralatannya yang memungkinkan sistem informasi akuntansi tidak hanya mampu menyajikan laporan akuntansi keuangan, melainkan juga berbagai informasi akuntansi manajemen dan bahkan laporan-laporan non-keuangan yang sangat penting bagi dukungan pengendalian organisasi.
·         Meningkatnya kompleksitas operasional perusahaan menyebabkan sistem informasi (khususnya informasi akuntansi menjadi makin penting sebagai alat bantu manajemen).
·         Meningkatnya kompleksitas organisasi, multinasional, konglomerasi dan organisasi maya (virtual organization), menyebabkan perlunya perhatian dan kesungguhan untuk membangun, mengelola dan memberdayakan sistem informasi akuntansi menjadi makin meningkat.
·         “Tempo” kegiatan, speed, dan tingkat toleransi pelayanan makin rendah, artinya suatu kesalahan pengambilan keputusan dapat langsung mempunyai damapak yang relatif cukup besar. Karena itu peranan sistem informasi akuntansi dalam menyediakan bahan untuk proses pengambilan keputusan makin penting.
·         Terjadinya globalisasi kegiatan dan makin perlunya sistem informasi akuntansi menjadi media komunikasi bisnis antar lokasi dan antar negara.
·         Sistem informasi akuntansi makin diperlukan untuk memberikan masukan maupun sebagai alat pemicu (trigger) bagi pengembangan sistem informasi manajemen fungsional lainnya